Diizinkan

1801 Kata

Clarissa yang awalnya diam, sambil memperhatikan sekeliling rumah nya. tiba-tiba menoleh pada Jefran, karena mendengar suara perut keroncongan. Clarissa menahan tawa nya, saat ia melirik Jefran yang sedang menahan tawa. “Mas laper?” Tiba-tiba hati Jefran seperti disentuh, ia merasakan hangat yang luar biasa saat mendengar Clarissa bertanya seperti tadi. “Mas?” Tegur Clarissa lagi, saat Jefran tak menjawab sama sekali. Ia malah menatap Clarissa dalam waktu yang lama. Jefran menggelengkan kepala nya, menyadarkan diri sendiri. Ia tersenyum simpul, “Kedengaran banget ya, Ris?” Clarissa yang sejak tadi menahan tawa nya, kini malah ia lepaskan di depan Jefran. “Iya kedengaran lah, Mas. Kenceng banget bunyi nya.” Jefran menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. “Temani saya makan?” Clarissa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN