Clarissa duduk di Kantin untuk menunggu pesanan nya datang, ia tidak terlalu lapar jadi tidak terburu-buru. Rasa nya cukup lega setelah membagi waktu bersama Yura, setidaknya Yura sudah kembali seperti bias pada diri nya. “Aris?” Panggilan yang dilontarkan laki-laki di sampingnya membuat Clarissa tersadar dari lamunannya. Clarissa langsung menoleh, dan mengulas senyum nya setelah mendapati Jefran duduk di samping nya. “Beli apa?” Tanya nya sambil menatap Clarissa agak intens. “Beli mie ayam, Dok.” Clarissa berusaha profesional saat ini, bahkan ia tidak sesantai Jefran. Clarissa terlihat lebih tegang. Sebenarnya tidak ada masalah bagi nya saat Jefran menemui nya seperti ini. Ia hanya tidak mau mendapati omongan yang tidak enak dari senior nya. Apalagi Clarissa belum kerja di tempat in

