Jefran meregangkan badannya yang terasa lelah sekali hari ini, berkali-kali ia menguap dan matanya berkaca-kaca. Matanya mengedarkan pandangan ke sekitar, Rumah Sakit terlihat sangat sepi. Diliriknya jam dinding yang menempel di ruangannya, ternyata sudah pukul sepuluh malam. Pantas saja, suasana Rumah Sakit begitu sepi. “Huaaaaa.” Lagi-lagi ia menguap untuk ke sekian kalinya, Jefran malas sekali untuk bangun dan berjalan ke mobil agar segera pulang. Tuk.tuk “Masuk.” Ucapnya sedikit berteriak tapi dengan nada malas. Krek. Pintu terbuka, memperlihatkan Refran yang sedang melipat kedua tangannya di d**a dan melihat ke arahnya. Ia berdecak sambil menggelengkan kepalanya, pakaian Refran sudah rapih, mungkin karena ia ingin segera pulang. “Kok malah disitu?” Tegur Refran. “Cape banget,

