“Mak Momon, wajahku ini jelek. Mana mungkin istrinya Adjie yang cakep banget, macam artis kayak gitu, akan mau dengan bujukanku!” [Iya, sih, jelek banget kamu. Tapi, ya ... standarnya memang begitu. Mana baumu itu, kayak orang dua hari belum mandi. Aku saja milih-milih!] “Mak Momon aja yang kayang karung beras saja, pasti milih-milih, dan berpikir dua kali untuk memilih aku!” Lelaki itu seolah tahu isi pikiran Mak Momon. Perempuan penginang sirih ini terkejut bukan kepalang. Apa kepalanya sedikit bolong, sehingga lelaki ini bisa tahu bagaiama jahatnya isi kepalanya? “Kok ... kamu tahu, sih, tahu dari mana?” kata Mak Momon spontan. “Tuh, benar kan kataku. Mak Momon tadi pasti sedang melamun memikirkan aku yang jelek. Jadi, bujukan Mak Momon supaya aku membujuk istrinya Adjie ini hany

