Perlahan Putra membuka pintu kamar Atikah, ia melihat Atikah yang tidur sambil memeluk kotak musik pemberian Angkasa. Senyum Putra mengembang setidaknya Atikah mulai memaafkan Angkasa, ada rasa iba tiap kali melihat wajah sedih Angkasa dan Putra bertekad ingin menyatukan keduanya lagi, meski sadar itu tak mudah pasti ada jalan lain yang bisa ia tempuh agar keduanya bisa bersatu. "Ada apa to Tuan kok ngintip Non Atikah?" Bi Siti tiba-tiba berdiri di belakang Putra. Putra kaget dan berbalik. "Nggak Bi, lihat Tika ternyata sudah tidur, dia dapat kiriman bingkisan dari Angkasa." "Tuan masa nggak tertarik sama Non Tika sih? Dia cantik dan baik." Putra tersenyum, lalu menggeleng pelan. "Tidak akan mudah bagi Tika mencintai lagi setelah disakiti secara fisik dan mental Bi, jalan satu-satunya

