23

1014 Kata

"Wah keren nih, sudah banyak kemajuan, gitu dong bisa bikin Kakak senang." Atikah tak mengerti, ia tatap wajah Putra. "Kenapa ya Kak?" "Itu tadi kan si Angkasa ke sini kata Bi Minah dan kamu mau ke luar menyapa Angkasa." "Iya, tadi ngantar baju aku." "Nggak takut lagi kan?" "Nggak tahu tapi saat sendiri, malam hari kadang ada rasa takut saat hujan, kenangan itu sulit dihapus Kak." Tiba-tiba wajah Atikah terlihat muram. Putra duduk di dekat Atikah yang pagi itu terlihat duduk di taman depan pagi itu, Putra menyempatkan diri menyapa Tika sebelum berangkat ke kantor. "Coba kamu berusaha lebih tenang menghadapi Angkasa, tatap wajahnya saat ia ke sini, aku yakin rasa takut itu akan hilang, atau gimana kalau kamu ..." Putra lama menjeda ucapannya. "Apa Kak?" "Nikah sama Angkasa." Atik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN