26

1063 Kata

"Gus, tadi aku bertemu calon mertua gagalmu di toko grosiran, kayaknya beli barang-barang yang mau dijual lagi di tokonya, ibunya si Yustisia, berlagak mau menyapa ibu, tapi ibu biarkan, ibu acuhkan, orang kok nggak ada unggah ungguhnya gak ada aturannya, wong kamu sudah berhubungan lama sama Yustisia kok ya enak banget main putus dan anaknya dijodohkan sama laki-laki kaya yang ngga tahunya ya tetap aja cerai, mana punya anak lagi." Gustav diam saja, sejujurnya ia ingin ibunya melupakan masa lalu dan bisa memaafkan keluarga Yustisia, ia tak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka yang ingin punya kehidupan yang lebih baik meski kenyataannya hidup mereka tak ada perbaikan karena kenyatannya Yustisia malah memilih bercerai dengan suaminya, entah apa masalahnya karena Yustisia tak mau menemuinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN