Puspa terus memejamkan meski merasakan mobil berguncang keras karena kontur jalan ataupun saat kepalanya terantuk kaca sebelah, juga saat mendengar Anita bicara dengan supir. Dan ternyata itu cukup ampuh untuk membuat kepalanya tak lagi pusing, walau memang tidak sopan pada Anita. Lama-lama Puspa tertidur pulas juga. Puspa tersentak bangun ketika menyadari posisi tidurnya begitu empuk dan nyaman, punggung dan lehernya tidak kaku sama sekali. Dan benar saja, begitu kedua matanya terbuka, ia mendapati dirinya sedang berada di sebuah kamar hotel yang besar. Puspa mengedarkan pandang ke sekeliling dan tidak mendapati siapapun. Ia langsung bangun dari tempat tidur dan panik mencari tasnya, ingin menghubungi Anita. Puspa sempat hampir limbung lantaran kepalanya pusing akibat bangun tiba-tiba.

