Iya, cowok arogan dan tidak punya sopan santun itulah teman yang Gahar bilang akan menjemputnya. “Beneran ceweknya Gahar?” Puspa sontak mendelik, bukan hanya karena pertanyaan bernada keheranan tersebut, tetapi juga karena cara cowok itu memandangnya. Seperti memindai dari ujung kepala hingga ujung kaki, menilai penampilan Puspa. Walau merasa penampilannya normal dan pantas-pantas saja, malah cenderung pasaran—berupa celana kulot warna chaki dan sweater tipis warna hitam, tetap saja Puspa risih dipandangi dengan cara seperti itu. “Beneran temannya Gahar?” Puspa membalas dengan cara yang sama. Kaos hitam cowok itu dipadukan dengan celana jeans yang bagian dengkulnya robek-robek, pilihan baju yang juga sama pasarannya dengan Puspa. Sepintas dia tampaknya seumuran dengan Gahar tapi jika

