161

2138 Kata

Setelah bersikeras bahwa keluarga dan cinta bukanlah pilihan, dimana untuk mendapatkan satu harus meninggalkan lainnya. Kini telah sampai pada ambang batas pertahannya. Mungkin tidak semua orang bisa ditakdirkan mendapat keduanya sekaligus, dan Gahar harus memilih salah satunya. "Sudah kuduga akan begini akhirnya, dia menganggap perusahaan itu kayak kelompok main. Bisa gabung dan keluar seenaknya sendiri." "Kamu mengacam orangtuamu, Gahar Gunawan?" Hesty menyambung sindiraan Priska, memastikan sekali lagi maksud perkataan Gahar beberapa waktu lalu. Gahar menatap mamanya dan membalas dengan tenang, seolah-olah ia telah mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa terjadi. Dari yang terburuk hingga yang paling buruk. "Terserah saja kalau Mama menyebutnya begitu. Yang penting Mama mengerti m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN