Gahar dan Bara tidak bisa katakan berkelahi, lebih tepatnya Bara lah yang menghajar Gahar, tanpa memberi celah agar Gahar dapat melawan hingga dia harus dihentikan oleh tiga orang tetangga Puspa. Kalau tidak dihentikan, bukan tidak mungkin Gahar akan mati di tangan Bara. Meski begitu, Bara pula lah yang mengulurkan tangan membantu Gahar bangun. Tetapi, Gahar menepis ukuran tangan Bara itu. “Kenapa lo selalu muncul di saat-saat kayak gini dan ikut campur? Ada apa sebenarnya?” Gahar memicing, menatap Bara yang berdiri di depannya sementara ia masih terduduk di atas tanah depan kost Puspa. “Lo suka sama Puspa?” Spontan, Bara mendengkus. “Udah kayak begini pun lo nggak sadar-sadar juga, Har?” “Apa? Gue nggak ngerti!” “Kenapa gue selalu muncul, karena sejak awal lo yang menarik buat terli

