Tidak tahu bagaimana mulanya atau siapa yang mengawali, pelukan yang sebelumnya Puspa niatkan untuk menjadi semacam pelukan perpisahan justru berlanjut menjadi pelukan intim. "Aku ... nggak memaksa." Gahar berkata sambil memacu tubuhnya di dalam tubuh Puspa tanpa sedikitpun mengurangi intensitasnya. Pada dasarnya lelaki itu memang menginginkan ini, tetapi dia ingin menegaskan kalau dirinya bukan satu-satunya yang menginginkan percintaan ini. “Jawab, Pus ….” Keterlibatan aktif Puspa nyatanya tak cukup untuk meyakinkan Gahar bahwa Puspa menikmati momen ini. “Iya,” Puspa akhirnya mengeluarkan suara selain desah yang ditahan-tahan. Mereka sama-sama terhanyut dalam atmosfer ‘cinta’ dan ‘terakhir’ kali. Mereka melakukannya benar-benar seolah tak kenal kata esok hingga mereka mencapai punca

