Fabian merasakan kalau lelaki di hadapannya begitu marah. Ada amarah yang sangat terlihat. Apa dia yang membuat Elle bersedih? Lelaki ini? Siapa dia? Aku tidak pernah mengenalnya dan tidak pernah menemuinya dimanapun. Dimana Elle mengenalnya? “Bagimu mungkin tidak lucu, tapi bagiku…” Ian bicara dengan datar acuh tak acuh. “Ini sangat lucu…" "Kamu mengakui Elle sebagai kekasihmu, padahal kenyataannya..." Ian menyeringai. Ucapannya berhasil memancing amarah Cass. Cass menahan dirinya sekuat tenaga. Antara cemburu dan marah bercampur aduk. Tangannya sudah mengepal dan siap memukul lelaki di hadapannya. Ia mendekat ke arah Ian. Kedua tangannya meremas bahu lelaki di hadapannya dan mendorongnya. “Kamu bisa bicara apa saja, tapi jangan sentuh Brielle…” emosinya mulai meledak.

