Elle terbangun dengan senyum. Ia menyadari kalau di jari manisnya sekarang ada cincin berlian yang melingkar indah. “Mmm,” Cass menggumam. Ia menggerakkan tubuhnya hingga telungkup dan merangkul calon istrinya. “Kamu bangun atau tidur?” Elle tergelak. “Aku bangun tapi tidur lagi,” gumamnya dengan mata terpejam. “Tidurku bersamamu terlalu nyenyak dan nyaman.” Elle mendekat dan mengecup kepala Cass yang memiliki aroma khas. “Bangun, sebentar lagi harus ke kantor,” Elle mengusap usap rambutnya sambil menghirupnya berulang kali. Cass tiba tiba membuka matanya, “Aku harus ke apartemenku dulu, kelau tidak nanti kamu bisa terlambat.” Tapi kemudian ia tersadar. “Ah, tugasku sebagai sekretaris sudah berakhir.” Elle tergelak, “Dari kemarin Emmet sudah kembali bertugas. Jadi kamu bisa o

