Fabian Huntley menatap Elle tanpa berkedip. "Aku tahu betapa brengseknya diriku ini. Itu sebabnya, tidak pernah ada keberanian untuk mendekatimu," Ian bercerita. "Selain itu, aku cukup tahu diri untuk menilai kalau aku bukanlah tipemu," Ian tersenyum. "Tapi, akhir akhir ini, sejak memikirkan pernikahan, ingatanku hanya soal kamu," Ian menarik nafas panjang. Jantung Elle seperti berhenti berdegup. Pernikahan? Seserius itukah? "Marriage bukan hal sepele. Apalagi dengan latar belakang keluarga kita. Aku harus memikirkannya dengan matang. "Selena, she's out of my future. Not her.. Not anyone else.. "Seperti yang aku bilang, setelah selesai urusan di Bali, sesungguhnya aku akan mengunjungimu di Jakarta. "Tapi... Kebetulan yang menyenangkan ketika melihatmu di sini. "Apa ini jodoh El

