Elle menurunkan boxer itu secara perlahan. Namun saat setengah melihatnya, ia memekik dan dengan cepat menaikkan kembali penutup b***************n tersebut. Elle kemudian menutup wajah dengan kedua tangannya. Dalam kondisi bergairahh tingkat tinggi, mau tidak mau Cass akhirnya tersenyum. Cass menarik kedua tangan Elle agar tidak lagi menutupi wajahnya. Ia tidak tahu yang ada dalam pikirannya. Tapi, ia bisa memahaminya. Kekasihnya ini tidak seperti perempuan lain. Elle masih sangat polos. “Kenapa kamu teriak?” Cass akhirnya duduk di samping kekasihnya. “Oh… A.. Aku…” Elle tahu kalau wajahnya memerah. Ia melingkarkan kedua tangannya di d**a Cass sambil menunduk, “A… Aku malu.. Oh, bagaimana ini?” Cass tertawa terbahak bahak. “Gosh.. Gairahku sedang berada di puncak puncaknya, t

