Dee akhirnya dengan cuek merangkul lengan kiri Emmet. “Iya…” ucapnya sambil tersenyum. “Dia lelaki yang beruntung.” “A.. Aku?” Emmet mengerutkan keningnya. “Lelaki beruntung apa?” Elle dengan cepat membantu Dee, “Iya, tolong rahasiakan pernikahan Dee dan Emmet.” “Ba.. Baik,” Amelia mengangguk. “HAH? Pernikahan…” Emmet tidak menutupi rasa kagetnya tapi Elle meremas lengannya agar tidak lagi berkata kata. “Tolong, mmm.. Saya kehabisan coklat,” Elle menggunakan bahasa halus agar Amelia keluar dari ruangan. Tangannya terus merangkul Emmet di sisi kanannya. “Oh baik. Maaf saya lupa membawakan kesukaan Nona Elle,” staf tersebut keluar dari ruangan. Setelah pintu tertutup, Emmet langsung bertanya, “Ada apa ini? Aku? Menikah?” “Elle, Dee… Ehm..” Emmet kebingungan. “Jelaskan.” “Aku lupa

