Bab 19

2034 Kata

"Siapa tuh yang ada di ruangan Pak Gibran?" Aira yang baru sampai kantor pun mengerutkan dahi saat mendengar bisik-bisik para karyawan mengenai suaminya. Memang lelaki itu tadi berangkat sangat pagi, entah ada apa. Padahal tidak ada meeting. Mungkin menghindari dirinya setelah pertengkaran kemarin. Dia sudah lepas tangan akan perilaku Gibran. "Cantik banget, kayak model lagi." Jantungnya terasa diremas saat mendengarkan bahwa di ruangan Gibran ada wanita cantik. Apa mungkin berangkat pagi supaya biss berjumpa dengan wanita yang katanya cantik seperti model itu? Dis begitu penasaran. Namun, hanya dia tahan karena takut jika memang seperti apa yang dia bayangkan saat ini melihat lelaki dan wanita berada dalam satu ruangan. Terlebih yang satunya sedang diliputi amarah. "Kasihan jika Bu Ai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN