Rumah yang berada di selatan jalan itu begitu sepi, seperti tak ada kehidupan di dalamnya. Nyatanya hanya ada wanita muda yang sedang hamil menangis di dalam kamar. Semenjak sang suami mengetahui bahwa dia hamil anak perempuan, suaminya menjadi semakin sibuk bekerja. Seperti sebelumnya, berangkat pagi sekali dan pulang larut malam. Entah apa yang dikerjakannya, hari libur pun memutuskan untuk tetap masuk. Meninggalkan dirinya dalam rumah sendiri. Mama Sari memang kerap mengunjunginya, karena tahu sesibuk apa putranya itu. Namun, dua minggu ini mendekati dia lahiran. Kesepian melandanya, dia pikir sudah tak ada yang mempedulikannya. Bahkan, keinginannya untuk ngidam waktu itupun terasa sudah musnah. Dia tak mau menyalahkan kehadiran bayi perempuan itu, bagaimanapun bayi ini tidak salah. Ego

