"Aira," panggil Gibran saat melihat Aira hanya melamun sedari tadi. Padahal suasana di pantai sejuk. Sesuai dengan keinginan wanita itu yang minta dibelikan es kepala muda dan duduk di bawah pepohonan yang rindang. Dia tak peduli dimana kedua orang tuanya serta Naura, yang pasti mereka menemani Naura bermain pasir. Semenjak kedatangannya sedari dua puluh menit yang lalu, Aira hanya diam melamun menatap pasir pantai. Bahkan, tidak selfie seperti yang lainnya. Membuka ponsel pun juga tidak. Entah apa yang terjadi dengan Aira. Dia tak menyukai hal ini. Dimana Airanya yang semangat dan optimis, bukan banyak melamun yang membuatnya risih melihatnya. "Aira, kamu kenapa sih," ucap Gibran dengan jengkel. "Umur kamu berapa?" tanya Aira tiba-tiba membuat Gibran mengerutkan dahinya makin bingung.

