Bab 34

1081 Kata

Setelah beberapa hari berada di rumah sakit, Aira dan bayinya dibawa pulang. Mertuanya itu memberikan surprise saat dia sampai di rumah. Membuatnya terharu dan merasa sangat disayangi oleh mereka. Biarpun putra mereka tak menyayanginya sepenuh hati. Setidaknya dia masih bisa berbahagia di sini. Bayi yang dia pangku ini tampak tertidur dengan pulas. Saat tidur pun masih terlihat cantik. Aira tersenyum menatapnya. Kursi roda didorong oleh ibunya menuju sofa yang ada di ruang tamu. Mama Sari langsung meminta bayi itu untuk digendongnya. Hanya saja untuk saat ini bayi itu tak bisa dicium, karena bayi masihlah lemas. Takut jika ada virus yang membahayakan. "Cantik banget cucu oma," ujar Mama Sari dengan senyuman bahagia. Gibran masih diam menatap mereka semua. Dia tak menampilkan raut wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN