Leon memijat hidungnya, benar seperti dugaannya. Kalau bukan keluarga dari Kalisa yang melakukannya. Leon tersenyum miring. Tak percaya kalau orang terdekatnyalah yang bermain api. Leon merasa lega walau pada awalnya harus berbohong dan menjadi pelaku, bahkan rumor yang beredar pun semakin ngawur tapi Leon tak peduli. Dengan uang semua terkendali. "Ayah tahu?" tanya Leon pada asistennya. "Tahu tuan, bahkan beliau ingin_" "Oke cukup, biarkan ayah bertindak, ayah pasti tidak mau tangan anaknya kotor.." santai Leon. Leon beranjak, dia ingin melihat Kalisa. Apa wanitanya itu sudah bangun setelah pergulatannya yang luar biasa tadi pagi. "Siapkan makan siang, bawa ke kamar.." perintahnya seraya berlalu. "Baik tuan.." *** Leon menghentikan kulumannya di bibir Kalisa lalu mengangk

