BIASA UNTUKMU TIDAK UNTUKKU

1092 Kata

"Bapak ngapain di situ?" Aida sebenarnya sudah gak tahan juga pengen pipis tapi dia langsung berkomentar karena Reiko masih di hadapannya. "Dan, ja-jangan diambil pak," protes Aida lagi serasa panas dingin tubuhnya saat Reiko menarik sesuatu yang menempel di celananya karena perekat. "Udah pipis saja." "Pembalut saya balikiiiiiiin." Reiko sudah berdiri dengan sesuatu di tangannya yang membuat Aida langsung berteriak. Tak tahan dirinya sampai wajahnya memerah campur aduk antara marah dan malu ketika melihat bagaimana Reiko memegang pembalutnya yang penuh darah. Maklum saja, masih hari ketiga, masih banyak. "Udah nanti aku urus pembalutnya, cepat pipis aja." "Pak itu nggak boleh dibuang, Aku mau cuci dulu." "BERISIK." Akhirnya dia kena hardik dan Aida dipelototin lagi oleh Reiko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN