Tiga tahun kemudian ... Hari ini hari minggu, selepas sholat subuh tadi Faris kembali merebahkan tubuhnya di ranjang. Memeluk Hansa yang masih bergelung selimut di tubuhnya. Faris mematikan kembali lampu kamar yang masih menyala. Ia mencoba untuk menikmati me-time-nya bersama Hansa. Berpacaran seperti saat muda dulu sebelum ada Alby Fahreza. Faris bisa menghitung selama sebulan, berapa kali ia bermain sarang burung. Padahal dulu saat tak ada Alby Faris bisa bermain sarang burung, kapanpun, berapa rondepun dan di mana pun, asal masih di dalam apartemen. "M-mas." Hansa terbangun saat lengan Faris memeluk perutnya erat. "Mas mau bobok lagi?" Faris tidak memberikan jawaban, ia hanya menciumi tengkuk Hansa terus menerus. Rasanya rindu sekalu saat-saat seperti ini. "Mas kangen sama kamu.

