Sementara itu di kediaman Tiger…
Tamara yang merupakan ibu Tiger terlihat bersama dengan seorang gadis yang berpakaian serba mewah dan glamor. Tamara sudah berusia 55 tahun itu masih sangat aktif dalam menjalankan aktifitas sehari harinya. Kematian suaminya terkadang membuatnya sedih namun di sisi lain juga banyak kebencian terhadap mendiang suaminya itu. Mengingat ada istri ke dua di rumah tangga keduanya dan hak Joe yang jauh lebih besar di banding dengan Tiger yang merupakan anak pertama dari pernikahan pertama Barra. Baginya suaminya yang sudah wafat itu seharusnya tidak meninggalkan luka dua kali lipat seperti ini padanya.
Di sampingnya ada seorang gadis bernama Rose Cardille yang merupakan teman sejak kecilnya Tiger yang berbeda dua tahun dari Tiger ya! Artinya Rose seusia dengan Joe. Pertemanan mereka di mulai dimana kedua keluarga dengan jalan bisnis yang sama sama gelap membuat kedua anak mereka juga berteman dengan sangat baik, sejak dulu Rose kecil sudah menganggap Tiger sebagai pacarnya mengingat Rose yang masih kecil sudah melihat drama drama romantic dan pertama kali melihat Tiger dia langsung jatuh hati. Perasaan itu berlangsung terus menerus sampai sekarang.
Rose dan Tiger kecil juga di kenalkan langsung pada Joe yang masih kecil oleh Barra ayah kandung Tiger dan Joe. Sejak pertama di pertemukan dengan Joe tentunya reaksi Tiger berubah drastis di tambah bumbu bumbu penambah benci dari Tamara ibunya sendiri, saat itu pun juga Rose juga ikut membenci Joe karena Tiger.
Tiger dan Joe tumbuh dengan segala persaingan yang ada di hidupnya, Rose berperan penting sebagai orang yang membantu Tiger namun Joe? Dia kesayangan Barra di setiap persaingan Joe yang dominan memenangkannya.
“Tante, Rose masih belum mengerti kenapa Tiger masih belum memahaminya” bisik Rose tepat di telinga Tamara
Tamara hanya tersenyum tipis “Dia masih polos soal perasaan cinta Rose, bersabarlah sedikit!” ujarnya yang lalu meminum jus dengan gaya santainya
“Heem, Rose hanya jealous jika melihat Tiger terus terusan memainkan wanita tiap malam!” lirihnya
Tamara menatap ke arah lantai atas “Sttt ada Tiger” ujarnya terdengar berbisik pada Rose
“Ah benarkah?” senyum Rose merekah kini menatapi ke lantai atas
Hubungan antara Tamara dan Rose sebenarnya sangat terlihat baik dari luar padahal aslinya keduanya sering menjatuhkan satu sama lain dan selalu bersaing untuk memutuskan apa apa yang terbaik untuk Tiger, keduanya sangat sering menggunakan orang orang untuk melindungi Tiger dalam hal apapun.
“Mom? Ada Rose juga ternyata?” ujar Tiger yang baru turun dari sana dengan senyuman tipis pada keduanya
Tamara tersenyum menatapi Tiger kemudian kembali menatap Rose “Ya kan katanya malam ini Rose mau minta kamu buat anter dia ke party temennya gak papa?”
“Party? Seriusan kamu mau ke party?” Tanya Tiger kini menatapi Rose dengan tatapan heran
Tamara diam diam tersenyum melihat reaksi Tiger yang terlihat kesal itu “Syukur lah jika dia masih menganggap nya hanya seorang teman biasa” pikirnya dalam hatinya dengan senyuman tipis yang terlihat sangat picik
“Iya, ada masalah?” Tanya Rose kini menatapi Tiger dengan tatapan kesalnya yang khas sangat datar dan penuh tantangan saat melihat Tiger
Ibu Tiger terlihat semakin serius menatapi pembicaraan mereka berdua itu “Oke seperti biasa perdebatan mereka semakin membuatku penasaran” senyumnya jahat
“Bukan nya waktu itu kita ada party sama Mom juga? Kenapa sih jangan terlalu berharap Rose, aku ingat kan sekali lagi kita itu hanya sebatas teman masa lalu. Engga lebih” jelas Tiger dengan tatapan yang menatapnya dengan serius namun dengan senyuman konyol di matanya. Tatapan konyol yang hanya ia perlihatkan pada Rose yang sering sekali berharap banyak padanya
Sebenar nya keadaan nyatanya, Rose hanya di permainkan oleh ibu Tiger. Keberadaan Rose sangat berpengaruh besar terhadap kelangsungan dan kesuksesan masa depan Tiger. Bagai mana tidak? Keluarga Rose lah yang sangat membantu betul bagaimana Tiger belajar berusaha selain pelajaran di sekolah dan juga pelajaran dari ayahnya. Ingat! Ayahnya lebih cenderung semangat memberi arahan arahan pada Joe dari pada pada Tiger.
Keluarga Rose juga bersekongkol menyembunyikan usaha haram keluarga King itu, karena sama sama meraih untung yang besar dari mereka. Ibarat nya mereka itu adalah pelindung mutlak keluarga King yang tak kalah kaya.
Rose yang terlahir di keluarga berada juga tentunya memiliki pendidikan yang tinggi, ia cerdas dan tahu betul bagaimana setiap keputusan terbaik yang diambilnya di setiap keadaan. Tentang Tamara yang juga berpura pura baik padanya ia tahu mengenai hal itu, tentunya dia tahu. Hanya saja dia masih mengikuti alur nya, dia masih berpura pura tidak tahu dan melawan balik Tamara secara diam diam. Tamara memiliki beberapa alasan mengapa dirinya tidak bisa menerima Rose, pertama karena dia angkuh dan sering menentangnya. Namun sikap nya di depan Rose harus baik demi berlangsungnya bisnis mereka.
“Lihat wanita tua Bangka itu? Dia pikir hanya dia saja yang picik dan Tiger itu miliknya sepenuhnya? Apa dia pikir aku sebodoh itu, dia menganggap aku selama ini tidak mengetahui apa saja hal hal picik yang selama ini dia lakukan? Wanita Bangka sialan. Aku jauh di depan dari mu, ingat itu. Jika saja dia bukan ibu Tiger, sudah ku caci maki dia” sinis Rose yang diam diam menatap Tamara dari sudut matanya
Tiger Nampak mengambil nafasnya dalam dalam dan menatapi jelas Rose “Rose, untuk apa sih ajak Tiger ke party temen kamu? Udah aku bilang kan hubungan kita itu jangan dianggap special. Udah! Tiger mau cabut!” jelas Tiger kini menatapinya
“Tapi Tiger” ujar Tamara refleks mencoba untuk menghentikannya
Berbeda dengan Rose yang kini mengepalkan tangannya “Ehh Tiger sama sekali engga berubah” gerutunya kesal
“Apa Mom?” jawabnya segera membalikan badannya ke belakang
Tamara melipat tangan di dadanya “Mau kemana kamu?” Tanya nya dengan tatapan serius
“Ke Bar” jawab Tiger datar
Tamara menyipitkan matanya “Kamu akhir akhir ini kayak semangat gitu ke Bar, biasanya seminggu sekali kamu check Bar tapi sekarang kamu sering banget kesana” gerutunya menaruh ke curigaan padanya
“Bar Tiger semakin banyak Mom, mana mungkin Tiger diam aja! Lagian kan Tiger harus rebut asset berharga itu sebelum Joe yang mendapatkannya. Begitu kan? Jadi aku harus meningkat kan kualitas Bar dan segera meyakin kan hal ini pada Jackson si pengacara pribadi mendiang ayah” jelasnya dengan tatapan yakin pada ibunya, namun di dalam hatinya terpikir olehnya wajah Fay yang lugu dan ketakutan saat melihat nya itu
Tamara mengangguk, mengingat hal itu Tiger memang sepantasnya menangani hal ini. Apalagi Aset di dekat perkantoran AFTA itu adalah asset terbesar milik ayahnya, Barra. Sangat di sayangkan jika saja asset itu jatuh ke tangan Joe lagi dan lagi.
“Ya, si anak haram itu masih saja berani merebut hak mu! Dia sangat tidak tahu malu” geram Tamara mengepalkan tangannya
Rose tersenyum pada Tiger “Joe masih unggul? Dan kamu? Kamu yakin bisa menyaingi dia sendirian tanpa bantuan ku?” ujarnya dengan tatapan merendahkan Tiger
“Bantuan Rose ya?” lirih Tiger termenung beberapa saat
Tamara menatapi Rose, begitu pun Rose kini menatapinya dengan saling melempar senyuman picik. “Kamu ingat kan? Bagaimana dulu Rose membantu kamu membuat Joe salah di hadapan ayah?” ujar Tamara
“Tepatnya aku yang berpura pura terjatuh hingga berdarah lalu menangis dan menyalah kan Joe saat itu. Padahal itu perbuatan ku sendiri. Itu semua aku lakukan untuk membuat Tiger baik di hadapan om Barra, dan kali ini aku bisa melakukan itu di hadapan Jackson mau pun semua orang” senyum Rose jahat
Tiger mengingat ke jadian itu dimana dirinya yang Rose bangga bangga kan saat tubuhnya terjatuh dan mengatakan bahwa Tiger lah yang telah mengobati lukanya, jika tidak ada Tiger Rose mengatakan Joe hamper saja akan mendorong dirinya ke sungai.
“Rose, akhir akhir ini kau sering ikut campur tentang masalah ku dengan Joe tapi ide ide mu kebanyakan gagal untuk mengalahkan Joe. Kau harus ingat itu” jelas Tiger memutar bola matanya kesal lalu pergi lagi dari sana
Rose berdiri dan menatapi Tiger kesal “Tiger! Beberapa kali aku memang gagal membantu mu tapi setidaknya lihat perjuangan ku! Dan untuk ide yang ini aku yakin semuanya akan berhasil dan kamu akan menerima untung yang banyak! Makanya kau harus mendengarkan ide ku dulu”
“Tiger! Ingat tawaran ku! Dan kau harus mengingat juga pertarungan di pengadilan akan dimulai lusa! Kau harus memulai strategi sejak sekarang! Jangan pernah membuang buang waktu lagi, kau tak boleh kalah lagi Tiger!” jelas Rose yang menatapi kepergian Tiger dengan angkuh itu
“Sial!” umpat Rose dalam hatinya kesal menatapi kepergian Tiger
“Sialan! Kenapa masa kecil ku selalu terselamatkan oleh Rose, wanita! Aku tidak ingin pernah kalah dari wanita” gerutunya kesal kemudian membawa rokok dari saku jasnya dan menyalakan korek api lalu menghisap rokoknya
Dua body guard pribadi Tiger kini mulai mengikuti nya dari belakang, Tiger berniat untuk segera menemui Fay di Bar 1 miliknya. Rasanya dirinya sudah sangat merindukan gadis lugu itu, diantara semua keresahan di dalam dirinya mengenai siding penerima asset berharga itu.
“Sayang, bersabar lah sebentar lagi aku datang” senyum nya kembali menghisap rokoknya
****
“Nah lihat bukan kita memang pandai dalam hal meromak gadis gadis lugu menjadi gadis penghibur yang seksi” senyum Cloe bangga pada dirinya karena berhasil membuat Fay terlihat seperti cewek nakal macam mereka
Angele juga ikut tersenyum “Ahaha tuan Joe akan sangat menyukai pekerjaan kita” tambahnya
“Bagus” senyum Sarah datar
Fay menatapi dirinya di dalam cermin, tatapan nya sangat kosong saat ini. Ia melihat dirinya sekarang terlihat bukan seperti dirinya lagi. Pakaian yang minim dan sebentar lagi dia akan berada di ruangan berdua saja dengan Joe. Ia merasa sangat hancur dan sudah lelah untuk menangis.
“Ayah, kau salah. Masa depan ku tidak bisa membangga kan mu” lirih Fay dengan nada yang sendu
Cloe dan Angele tersenyum dan hingga menertawakannya terbahak bahak “Ahaha jangan terlalu banyak berharap tentang dunia ini, dunia memang kejam! Ya mau bagaimana lagi, dari pada mati ya lebih baik kerja seperti ini kan” gerutu Angelle
“Bener banget Haha dasar pemimpi” ketus Cloe kini menatapi Fay jijik
Angele menggelengkan kepalanya heran menatapi Fay “Lagian siapa juga yang engga mau melayani pemuda kaya seperti tuan Joe, ya ampun! Aku aja mau meski engga di bayar hihi” senyum nya yang kemudian saling bertatapan dengan Cloe
“Bener banget, aku rela engga dibayar orang tampan kayak dia” ujarnya dengan tertawa pecah
Sarah memutar bola matanya “Sialan! Rasanya semakin kesel aja liat ucapan mereka” Pikirnya dalam hati
Fay hanya menunduk dengan tatapan kosong mendengar jelas semua perkataan mereka yang terdengar mengolok olok dirinya. “Tuhan? Ternyata ada orang orang seperti mereka di dunia ini” gerutu Fay dalam hati
“Hey! Jangan terlalu banyak tertawa cepat bawa Fay ke kamar tuan Joe!” perintah Sarah menatapi semuanya kesal
Cloe dan Angelle terlihat sangat terkejut “E-eh iya iya”
“Benar! Kalau terlalu lama bisa bisa tuan Joe marah” tambah Angelle
Fay terlihat panic “Kalian! Kalian benar benar akan membawa ku kesana? Apa kalian setega itu?” teriak Fay histeris saat tangannya kembali di pegangi oleh Cloe dan Angelle
“Diam! Semua orang butuh uang untuk hidup! Belajar lah mulai sekarang” bisik Cloe sambil tersenyum
Angelle juga tersenyum lebar “Ahh andai saja kali ini aku yang berada di posisi anak baru ini, pasti aku kegirangan bukan main” gerutunya
“Kita sama Fay, tapi maaf kali ini kau harus mengorbankan sesuatu! Aku yakin kau bisa membuat misi ku perlahan terpecahkan. Aku akan segera mendekati mu setelah selesai dengan tuan Joe” ujar Sarah menatapi kepergian Fay