Kedua Bogyguard itu melepaskan Fay dan bergegas keluar dari sana. "Kami akan menunggu kau dibawah. Jangan lebih dari 10 menit" ujarnya seraya pergi
"Ba-baik" jawab Fay segera
Ia begitu ketakutan, apa yang akan terjadi selanjutnya jika benar dia diharuskan sebagai penyaji minuman kepada orang orang yang mengunjungi klub itu. Fay mati rasa. Ini bukan dirinya. Fay bahkan sangat sulit beradaptasi dan sekarang? Ia diharuskan bekerja di keramaian bersama orang orang berbagai macam karakter yang sangat menakutkan baginya.
Fay sekarang berpikir dalam dalam "Apa maksud mereka? Tuan Tiger menyukai ku? Ini berita buruk. Benar benar buruk" gerutunya
"Ahhh.. aku harus ganti baju dulu saja" ujarnya seraya membuang nafasnya begitu berat
Setelah 6 menit berlalu..
Fay melihat dirinya di cermin dan sungguh dia sangat tidak percaya diri dengan pakaian terbuka.
Ia sangat bingung harus bagaimana lagi menghadapi masalahnya sekarang. "Tuhan.. apakah aku bisa melewati ujian sebesar ini?" Lirihnya dengan tatapan yang kian berkaca kaca
Bruk!!
Pintu itu kembali terbuka lebar. Ternyata kedua bodyguard kembali dan hendak menjemput Fay yang sudah berpakaian minim itu.
Fay terlihat kaku dan segera menutupi dirinya "Ada apa?" Senyum salah satu Bodyguard
"Lihat dia benar benar sexy. Tak salah tuan Tiger melakukan tindakan b***t itu padanya, hanya untuk mendapatkannya. Tuan Tiger memang yang terbaik" ujar satunya lagi tertawa semakin keras
Fay menatapi mereka dalam dalam "Apa maksudnya? Tindakan b***t apa?" Lirih Fay dengan air mata yang kian bercucuran kini perasaannya benar benar tidak tenang
"Agh gadis bodoh sepertimu mana bisa menilai boss kami yang cerdas itu" ujarnya
Fay menunduk "Ada apa ini? Apa lagi maksud mereka?" Lirih Fay
"Malam tadi kau selamat Nyonya Fay.. tapi mungkin malam besok keadaanmu benar benar akan kacau. Tuan Tiger mengatakan seharian penuh ini ia tidak bisa datang kesini karena sedang mempersiapkan berkas untuk melawan adiknya. Jadi kau disuruh kerja di bawah. Dia berkata siapkan Fayku untuk hari
esok. Siapkan dia sebaik mungkin" senyumnya terlihat begitu jahat bagi Fay
Fay membuang nafasnya lega setidaknya malam ini dia akan aman. "Aku harus mencari cara untuk hari esok" pikirnya
"Apa yang kau pikirkan? Cepat ke bawah Fay. Pelanggan pelanggan telah masuk ke klub. Mereka menunggumu"
Fay menatapi mereka kesal campur dengan rasa takut "Menunggu?" Lirihnya
*****
Sorot matamu yang menenangkan. Terkadang membuat keterpurukanku sedikit menghilang.
Terima kasih, Adik Tuan.
.
.
Fay mengambil nafasnya dalam dalam. Ia menuruni anak tangga perlahan. Semakin turun ia semakin jelas mendengar dentuman musik yang terdengar begitu nyaring.
Fay berjalan di belakang dua bodyguard yang hendak menunjukan dimana ia harus bekerja dan bagaimana caranya.
"Mereka banyak sekali" gerutunya setelah sampai di lantai 2 tepat orang orang kelas atas yang menguasai tempat itu.
Lantai dua cenderung lebih banyak orang orang yang minum dan sedikit yang berjoget joget. Berbeda dengan lantai bawah yang lebih banyak orang berlalu lalang dengan berjoget.
"Nyonya Fay! Kau ditempatkan di lantai dua untuk melayani orang orang elit" ujar si bodyguard dengan suara yang dikeraskan agar bisa terdengar oleh Fay
Fay mengangguk perlahan "Mari kami akan mengantarmu ke tempat minuman dan bagaimana cara kau melayani mereka semua"
Kedua bodyguard itu kembali berjalan diikuti langsung oleh Fay. Beberapa sorot mata tamu kini terkunci pada Fay.
"Dia orang baru?"
"Agilah cantik dan seksi.. Tiger memang jago memilah dan memilih cewek"
"Beberapa menit kemudian.. dia bakal jadi milik ku lihat saja"
"Ahh yang benar saja. Kau terlalu kurang uang. Aku yang akan mendapatkannya"
Ujar beberapa pria berusia matang yang tengah mabuk itu, meskipun beberapa wanita kini terlihat menemaninya minum. Tatapan mereka tetap saja pada Fay.
"Aku takut" lirih Fay dengan tingkat kecemasannya yang meningkat ia mengepal tangannya kuat kuat
Body guard itu mengarahkan Fay ke arah dimana pelayan pelayan lain juga berdiri disana. Para wanita yang juga berpakaian sama dengannya, Minim dan ketat. Kini semua wanita itu menatap ke arah Fay dengan tatapan yang sinis. Karena Fay yang merupakan pelayan baru yang desas desusnya di pilih langsung oleh Tiger, biasanya beberapa wanita jalang memohon mohon pada Tiger untuk pekerjaan dengan bayaran mahal ini tapi Fay justru dimasukan langsung oleh Tiger si pemilik Bar.
“Sialan! Wanita apa? Wanita pilihan? Pilihan kok kayak gini”
“Boss Tiger kayaknya udah buta akan yang namanya cinta, toh kita gak kalah cantik dan seksi kok bisa bisa nya pilih wanita buluk macam ini”
“Memang ya boss Tiger itu tidak memandang apa apa, yang penting wanita aja udah! Mungkin boss pilih dia karena dia terlihat polos dan lugu padahal hatinya pasti sangat busuk”
*****
Sementara itu tepatnya diluar Bar milik Tiger. Terlihat seorang pemuda dengan style serba hitam yang kini terlihat menatap serius ke arah Bar yang merupakan milik kakak tirinya itu. sebenarnya ada yang dia incar sejak tadi, Fay. Baginya merebut milik Tiger adalah hobby baru yang menantang baginya, karena rasa sakit hatinya oleh ucapan Tiger yang sering mengatakan bahwa dirinya hanya anak haram yang sama sekali tidak berguna hal itu membuat Joe bangkit dan enggan untuk mengalah darinya lagi. Perihal yang paling di sayangi dan di percaya ayahnya Joe lah pemenangnya, karena dirinya mampu secerdas ayahnya berbeda dengan Tiger yang hanya mengandalkan kekuasaan tanpa memerintah dengan baik.
“Apa gadis itu sudah mulai bekerja saat ini?” Gerutu Joe yang menatapi bar itu dengan tatapan santai
Ia masih duduk santai dan tenang di atas mobilnya, ia kemudian membuka sesuatu dari dalam saku jaketnya yang merupakan rokok yang selalu dia bawa kemana saja. Perlahan ia menyalakan korek api dan mengisap rokoknya dengan tenang. Sorot matanya yang tenang ini membuat beberapa wanita jatuh hati padanya namun membuat beberapa pria yang menatap segera menundukan pandangannya bukan hanya karena sorot mata tenang dan tajam itu namun juga karena dirinya adalah mafia paling berkuasa setelah kakaknya itu.
“Perlu ku temui? Atau tunggu saja orang orang bubar?” gerutunya lagi kemudian kembali menghembuskan asap yang keluar dari rokok yang di hisap nya itu
Joe pun bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya percaya diri menuju ke arah pintu bar itu, ia membuang rokoknya yang masih tersisa banyak ke sembarang arah. Dengan langkah yang percaya diri dan sangat tenang dia melewati beberapa orang staf dan body guard yang bekerja disana. Beberapa orang itu tentunya mengenal Joe yang merupakan adik boss mereka, mereka pun juga tahu tentunya bagaimana hubungan antara Joe dan Tiger yang selalu bersaing dan tidak pernah akur. Mereka juga memiliki niatan untuk mengusir Joe namun nyali mereka ciut karena mengingat usaha Joe sebagai mafia hampir menyusul Tiger dan kekuasaan Joe terhadap warisan mendiang Barra jauh lebih besar dari pada Tiger.
“Kenapa tuan Joe kemari?”
“Kira kira ada kepentingan apa dia kemari?”
“Iya, padahal kan tuan tidak ada disini”
“Apa dia ingin melihat lihat saja?”
Begitu lah ocehan ocehan dari mereka yang melihat Joe melewat, langkah Joe masih fokus ke depan dengan sorot mata terkunci pada gadis yang terlihat berdiri memberi pesanan minuman. Gadis yang sedari merasa sangat berat bernafas dengan d**a sesak karena rasa takut di d**a karena sejak tadi menahannya.
Lampu lampu berkelap kelip menyertai kedatangan Joe dengan irama music yang keras masuk begitu saja tepat di telinga Joe. Seakan akan semakin b*******h Joe pun tersenyum manis pada Fay dengan tatapan tenang penuh arti.
“Satu botol!” ujar Joe yang baru saja datang di hadapan Fay yang sedang sibuk menuangkan minuman untuk pelanggan lain
Semua pekerja disana sontak menatap ke arah Joe segera karena suara berat Joe yang membuat siapa pun terpana apalagi dengan gadis yang rata rata bekerja disana dengan pakaian minim dan sikap centilnya.
Fay menatap ke arah Joe yang kini terlihat menatap nya dengan datar “Tu-tuan Joe? Kenapa dia ada disini? Apa memang biasanya dia kesini?” pikir Fay dalam hati nya semakin bimbang dengan keadaan Joe
“I-itu tuan Joe kan? Yang waktu itu sempat gulat disini dengan tuan Boss Tiger?”
Fay terlihat sangat terkejut “Apa? Gulat? Pak Joe dengan pak Tiger? Apa hubungan mereka seburuk itu?” pikirnya dalam hati, ia kemudian mengingat kembali tatapan mata penuh kebencian antara Joe dan Tiger di hari itu
“Gila ganteng banget kalau dilihat dari dekat”
“Heem ganteng ganteng boss Tiger ganteng nya ganteng Manly kalau ini engga Manly doang dia ada cute cute nya juga”
Begitu lah beberapa ocehan dari para pelayan di dekat Fay itu, Fay hanya diam dan mencoba menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat meski geraknya saat ini adalah yang paling lambat. Joe menatap Fay dengan menyipitkan matanya saat ini.
“Hey! Tidak dengar perkataan ku?” ujarnya dengan nada yang rendah dan menatapi Fay dalam dalam
Semua pelayan disana nampak terkejut melihat Joe yang menatapi Fay seperti itu, Fay pun tersentak saat tahu Joe kini menatap nya tajam. “Ma-maaf tuan” gerutu Fay sangat gugup dan segera menyelesaikan minuman yang sedari di pesannya ia pun mencari botol baru untuk memberikan minumannya pada Joe
Namun seseorang kini menghentikan langkahnya, Fay dipegangi tangannya oleh seseorang dan kini menatapi nya sinis padanya “Biar aku yang melakukannya! Kau diam saja! Kau masih baru disini dan kau tidak tahu siapa yang sedang kau hadapi. Biar aku yang melakukan ini untuknya” gerutu pelayan berlipstik merah menyala itu
“Ba-baik, tolong lepaskan tanganmu! Sakit” lirih Fay menunduk
Wanita itu melepaskan Fay dengan mendorong tangannya kasar hingga hampir membuat Fay terjatuh namun pertahanan Fay masih sangat kuat “Hey!” tegas Joe membuat semua pelayan itu kini menatapi Joe takut karena sentakan Joe
“Hah” begitu pun dengan Fay yang sangat semakin bingung dengan keadaannya saat ini
Semua pelayan menunduk dan diam diam menatapi Joe takut “Jangan coba melakukan kekerasan di depan ku! Dasar jalang!” ujar Joe menatapi wanita yang telah memperlakukan Fay dengan kasar itu
“Ba-baik tuan maaf, ta-tapi itu perintah boss Tiger jika siapapun bekerja lalai maka kami harus memperingatkannya dengan kasar” lirih wanita itu dengan tatapan takut
Fay terlihat menunduk takut, ia takut jika apa yang dipikirkannya saat ini benar. “Kenapa aku merasa tuan Joe dan tuan Tiger sama sama memperlakukan ku dengan aneh?” pikirnya takut
“Kau! Orang baru disini kan? Cepat buatkan!” perintah Joe kini menatapi Fay dengan tatapan sinis padanya sama dengan pada semua orang
Fay membuyarkan lamunannya dan kini mengangguk pelan segera membuatkan pesanan Joe “I-ini tuan” lirih Fay dengan gemetar memberikan segelas minuman itu tepat di depan meja Joe
“Oke, aku sewa kau malam ini” ujar Joe menatapi Fay dengan tersenyum tipis padanya
Fay memelotot ia tidak mengerti apa maksud kata dari sewa padanya kali ini, tapi satu hal yang kini terlintas di kepalanya. “Apa? Tu-tuan benar?” gerutu beberapa pelayan yang terlihat tidak percaya