"Kenapa? Kau mau tau?" tanya Safir, ia berbaring dipangkuan Ruby. Berbantalkan kedua paha istrinya. "Soalnya, aku yakin banget Berlian punya foto itu, kak." Ruby membelai kening suaminya. Bibir Safir menyunggingkan senyum, ia membawa tangannya menyentuh bibir tipis Ruby. "Aku menghapusnya saat Berlian bicara dengan ayah." "Secepat itu? Aku nggak lihat kakak menurunkan tangan. Atau sibuk dengan ponsel Berlian. Bagaimana bisa kau menghapusnya." Ruby menyentuh alis tebal suaminya lalu mengikuti setiap pahatan wajah pria itu dan berhenti di dagu lancip Safir. "Semua terjadi begitu saja. Tinggal satu klik maka foto itu akan tampil di layar depan dan Mama akan melihatnya. Berlian sudah menyiapkan dengan rapi." Ruby menghentikan tangannya bergerilya di wajah Safir. "Untung aku meramp

