Entah teguran macam apa ini, aku tak sanggup untuk melaluinya. Mungkinkah ini karena perbuatanku terhadap suamiku sendiri? ***** Naila menatap bunga pemberian dari Zayn dengan senyuman lebar. Ia menyukai bunga ini. Sangat cantik dan indah. Rangkaian bunga ini memang indah. Ia mengalihkan pandangannya menuju ponsel. Ia kini sedang ada di kamarnya. Ia ada di apartemen, mamanya pun ikut menginap disini. Terlebih setelah menjemputnya dari rumah sakit. Bukan hanya ada sang mama, ada papa, ada Zayn, dan ada Kania. Hanya saja Kania lebih dulu pulang karena ada urusan. Zayn masuk ke kamarnya, membawa teh hangat. Naila sebagai pemilik apartemen merasa kikuk. "Minum, nih!" titah Zayn. Naila mengangguk senang. Ia minum teh hangatnya sambil menatap wajah Zayn. Zayn menyadari Naila menatapnya. Se

