Sebuah senyuman tulus lebih berharga daripada memberikan sesuatu untuk orang lain namun tak ikhlas. ***** Bian tersenyum bahagia menatap ponselnya. Kondisinya ia memang sedang rapat, ponsel ia silent, ia tak tahu jika Kaila menelfonnya. Malah tanpa melihat pesan di ponselnya ia langsung matikan karena tak mau rapatnya terganggu. Saat rapat selesai ia membuka ponsel dan hasilnya ia bahagia. Sangat bahagia. Kania sudah kembali ke Jakarta. Afifah, sang sekretaris menatap Bian kebingungan. Sedari tadi ia mengetuk pintu namun lelaki itu tak menyahut justru tersenyum-senyum sendiri sambil menatap ponsel. Ia memutuskan menyelonong masuk tanpa mendapat izin dari Bian. Pasalnya ia butuh tanda tangan Bian sekarang juga. "Boss Bian," seru Afifah sambil mengerutkan dahi bingung. Bian kaget meli

