"CUT!" titah sang sutradara dengan wajah bahagia. Kania yang dalam posisi berpelukan dengan Bian pun melepaskan pelukannya. "Kalian benar-benar hebat. Akting yang bagus." "Terima kasih pak Handoko," ujar Kania dengan senyuman lebar kepada sang sutradara yang bernama Handoko itu. "Film ini akan begitu menginspirasi banyak orang. Saya merasa puas dengan syuting kali ini. Kalian sangat profesional." "Terima kasih, pak. Kami masih perlu banyak belajar lagi mengenai dunia perfilman," tukas Bian. "Haha...ya sudah, semoga nanti banyak yang menonton film ini." "Sudah pasti, pak. Novel istri saya ini sudah terkenal di seluruh penjuru kota," ujar Bian sambil terkekeh. "Sombong amat," cetus Kania. Bian hanya mengerlingkan matanya saja. Handoko tertawa melihat pasangan dihadapannya itu. Pasa
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


