Perkataan orang komplek sore tadi mampu membuat Yasmin kepikiran, hingga ia tidak bisa tidur walau hari sudah larut malam. Ia hanya bisa menatap dua box bayi di hadapannya dengan sendu. Ashraf sendiri tengah di ruang kerja, katanya ingin menyelesaikan beberapa berkas di sana. "Maafkan Umi, Nak ... Umi janji, bakalan menjaga dan mendidik kalian dengan baik. Tumbuhlah menjadi wanita shalihah, yang taat pada agama," ucap Yasmin. Pintu kamar dibuka lebar, memperlihatkan Ashraf datang dengan wajah terkejut melihat Yasmin masih melek di jam seperti ini. "Lho, kamu belum tidur, Sayang?" tanya Ashraf, kembali menutup pintu, berjalan menuju istrinya. Yasmin hanya diam, bingung ingin mengatakan apa. "Susah tidur, ya?" Ashraf buka suara, Yasmin hanya mengangguk saja. Wanita sedang gundah gulan

