Yasmin langsung memundurkan badannya sekuat tenaga, karena Anton semakin dekat dengannya. Sekeras Yasmin berusaha, sekeras itu juga Anton menahannya. "Jangan mendekat! Kumohon, jangan lakukan itu padaku, Bang!" "Teriak saja sesukamu, di sini nggak akan ada yang mendengarmu. Karena di sini hanya ada kita berdua, Sayang." Dia sudah mendorong kedua bahu Yasmin jatuh ke tanah sehingga kepalanya terbentur, Yasmin meringis sambil memegangi kepalanya. Anton sudah kuasai oleh nafsu dan amarah pun tidak merasa iba, pada Yasmin yang sudah menangis sesenggukan. Anton menarik jilbab yang dipakai Yasmin dan melemparnya asal. "Arghh! Apa yang kamu lakukan, sialan! Kembalikan kerudungku!" Yasmin meraung-raung histeris, ingin menggapai jilbab besarnya karena rambutnya terlihat oleh pria ajnabi. Meli

