Daripada pusing berdiam diri di rumah, akhirnya Sania mau pergi keluar rumah dengan diantar oleh supir. Memang biasanya Ashraf menyetir sendiri, memperkejakan supir jika ada hal-hal dibutuhkan saja, seperti saat ini. Sania juga merasa bosan. Semenjak kehamilan, dia tidak diizinkan bekerja dan dilarang pergi ke mana-mana tanpa Ashraf. "Bu Sania, kita akan ke mana setelah ini?" tanya Pak supir. Mobil yang mereka kendarai menuju perjalanan pulang. Sania hanya membeli barang-barang sesuai kebutuhan. Karena baju di lemari kekecilan, tidak ada yang longgar. "Antarkan ke rumah saya, Pak. Saya ingin menemui kakak saya. Kebetulan dia udah pulang dari luar negri," balas Sania mengintruksi. Pak supir patuh, menjalankan mobil ke jalan ditunjukkan Sania. Kebetulan letak rumah Sania tak jauh dari s

