Bab 32. Tuduhan keluarga

1074 Kata

Detakan jantung seakan berhenti berfungsi manakala dunia tak memihak pada Yasmin. Semua keluarga semuanya menghakimi, meski tahu apa yang Yasmin alami. Hatinya hancur berkeping-keping. Mata berembunnya tak henti mengeluarkan butiran air bening di manik indahnya. Yasmin beringsut bangkit, ingin pergi ke kamar. Namun pergelangan tangannya dicekal, karena Ashraf tak ingin terjadi sesuatu pada Yasmin. "Mau ke mana kamu, Yasmin?" tanya Ashraf. "Lepas, Mas! Biarkan aku sendiri!" isak Yasmin, memohon cekalan tangan itu dilepaskan. "Bukannya jawab, kamu malah kabur. Kenapa? Takut terungkap? Ya sudah pergi aja sana, tangisi dan renungi atas perbuatan keji yang kamu perbuat!" sungut Azrina dengan luapan amarah meledak-ledak. Mendadak lupa, jika wanita yang ia kasihi dan sayangi layaknya adik s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN