Noah POV “Hebat juga lo bisa takluki Luna, tapi kayaknya dia terima lo karna kasihan deh,” gue lempar kentang goreng yang sedari tadi gue makan ke arah Mamet dengerin omongan tu bocah. Sembarangan banget, orang ganteng itu gak perlu dikasihani. “Tapi kalau menurut gue, Luna terima karna dia memang nyaman. Lagi pula kalian cocok kok,” gue mengangguk setuju dengar omongan Oka. Ini baru teman yang baik. “Terus kalian nikahnya kapan?” Tanya Oka. “Belum tahu, tapi yang pasti secepatnya,” balas gue. “Kalau ntar butuh bantuan, langsung hubungi kami aja ya,” kata Mamet yang bikin gue tersenyum. “Thanks ya, kalian memang sohib gue.” Sekarang kami lagi santai di kafe. Tadinya gue mau temui ayah sama bunda waktu mengantar Luna pulang, tapi ternyata mereka keluar kota. Jadinya gue mutusin buat

