Bab 77. Karina Milikku

1596 Kata

Setelah selesai membersihkan beberapa ruangan yang nampak berdebu karena sudah lama tidak ditinggali. Rumah kecil pertama yang dibelinya sendiri dari hasil jerih payahnya bekerja sambil kuliah dulu hingga lunas. Karina merenung di dalam kesunyian kamar kecilnya seorang diri. Ia masih menangis tiap kali mengingat Brahm. ‘Mulai besok, aku sudah kehilangan dua hal penting yang kubanggakan. Hebat bukan, hanya aku yang kehilangan pekerjaan dan suami dalam satu hari. Harusnya aku mendapat penghargaan rekor dunia. ‘ Kehilangan suami dan pekerjaan yang ia banggakan sejak dulu. Mendadak menjadi pengangguran, memikirkan rasa tidak ikhlasnya dengan jabatan yang ia dapat karena kerja kerasnya selama ini harus dilepas begitu saja karena takdir mempertemukan suaminya sebagai pemilik perusahaan tempat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN