Bab 33. Karina Menjadi Ancaman

1567 Kata

Sesuai janji Brahm, ia sudah sampai ke kantor pusat di Jakarta menjelang siang. Karina diberitahu oleh sekretaris Brahm untuk makan siang bersama suaminya sesuai permintaan CEO itu. Brahm yang baru saja tiba, merasa senang ketika melihat Karina sedang menantinya di dalam ruangan miliknya. Wanita itu sedang berdiri memberikan senyuman sambil menatapnya hangat. Leon yang melihat pemandangan sang bos, merasa menjadi nyamuk menyebalkan diantara mereka dan pamit dengan alasan makan siang di luar. Ketika Leon pergi, Brahm mengunci pintu. Melangkah perlahan mendekati Karina, sedangkan Karina yang juga dilanda rasa rindu dengan cepat berlari kecil menghampiri dan memeluk suaminya. “Mata kamu kelihatan kusut banget, Sayang.” “Hem.” Ketika Karina ingin melonggarkan pelukannya untuk melihat waja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN