Karina membuka kelopak matanya, dilihatnya ke samping. Brahm tidak ada di sisinya, yang artinya suaminya masih marah karena ulah pesan dari Charles semalam. Brahm memang semalam keluar dari kamar beberapa saat setelah membaca dokumennya menuju ruang kerja bila dirinya sedang tidak ke kantor. Di lihatnya jam pada layar ponselnya, Karina bersandar sejenak dengan dengusan nafas panjangnya. ‘Salah gua apa sih di masa lalu, sampai bisa punya nasib kayak gini. Gua kira Charles itu tulus cinta sama gua, buktinya sekarang status suami berganti nama jadi Brahm. Cowok angkuh nyebelin pake posesif lagi. Nambah satu cemburuan akut.’ Merasa sedih diacuhkan, Karina teringat malam terakhir bersama Charles, malam dimana Charles mengatakan akan memberikan kejutan untuknya. Sebuah kejutan yang tidak akan

