Harus Nyilang Gitu?-2

2299 Kata

“Nia.” “Kania.” “Cie, Kania anaknya Pak Bagio calon istriku lagi di rumah.” “Nia, i lap you!” Bushet, siapa itu bilang lap lap, kukepret sekalian sama gombal kalau dia berani lap-lap diriku apalagi kalau tangannya bekas jengkol. Awas pokoknya. Seperti biasa, aku hanya tersenyum, menjawab salam, sapaan dan gombalan para lelaki yang sejak tadi wara-wiri. “Jiah, nasib cewek cantik. Emang dah!” Aku mendongakkan capingku sedikit ke atas dan tanpa sengaja aku menoleh ke arah barat. Tiba-tiba pandang mataku menatap sosok yang sedang mengawasiku dengan mata tajamnya. “Kania.” Sontak aku beralih pada si pemanggil dan melepas kontak mata sama si bos. “Eh, iya.” “Kania, aku cinta kamu.” “Aku juga cinta orang tuaku.” “Kania, i lap you.” “Kania—” Bla bla bla aku hanya menjawab atau terse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN