“Dia bukan bujang, Vita. Udah pada masuk saja kalian. Kasihan anak lakinya orang lagi nangis. Dia pasti malu kalian lihatin.” Vita dan yang lain terkikik lalu kembali masuk ke kamar masing-masing. “Udah deh, Mas. Jadi cowok punya harga diri kenapa? Lah orang kamu yang bikin hidupmu ancur ya udah terima konsekuensinya.” “Maaf, Kania. Harusnya mas gak tergoda. Mas udah jumawa gak kayak Aryo eh malah sama saja.” “Kalau Mas menyesal, ya udah sana nikahi Sandra. Atur hidup kalian biar bisa lebih baik lagi.” “Hiks hiks hiks. Iya, mas emang mau nikahin dia seminggu lagi. Orang tua Sandra udah maksa mas untuk bertanggung jawab.” “Sandra hamil?” “Iya.” “Astaghfirullah. Terus ngapain Mas Andi minta Kania nerima Mas Andi?” “Ya siapa tahu kamu bersedia. Kan mas ja—” “Ogah! Mending sana Mas A

