Di Rumah Setelah pulang dari rumah sakit, Cinka pulang ke rumahnya dengan perasaan bahagia. Wajahnya sumringah dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya. Cinka merasa hal-hal yang menghalanginya untuk bersama Pandu mulai berkurang. Untuk saat ini, Cinka akan berusaha untuk mendapatkan restu dari adik-adiknya. “Kenapa kak?” tanya Sarah saat melihat Cinka duduk sendirian di sofa sambil senyum-senyum sendiri. “Gak kenapa-napa kok,” ucap Cinka. “Terus kenapa senyum-senyum sendiri?” tanya Sarah. “Emangnya kakak gak boleh senyum?” tanya Cinka. “Ya boleh sih tapi lihat situasi dan kondisi juga. Masa kakak senyum-senyum sendirian. Wajar dong kalau aku nanya takutnya kakak lagi gak beres,” ucap Sarah. “Enak aja. Kamu pikir aku gila apa,” ucap Cinka. “Hahaha bukan aku yang ngomong loh,” u

