Sebuah Janji

1105 Kata

"Kamu melamun?" Rindu terkekeh di ujung kalimatnya ketika mendapati pria itu diam, menatap gadis di depannya selepas Rindu berganti pakaian. "Aku suka gaunnya." Rindu menjelaskan sendiri bagaimana perasaannya sebelum Chris bertanya. Gadis itu memegang setiap detail indah yang dibuat pada gaun tersebut, ia tidak pernah bermimpi akan memakai yang secantik ini. "Dan bagaimana bisa ukuran pas?" ia memekik pelan. "Aku mengukurnya dengan mataku saja." Pria itu juga mengenakan kemeja putih dengan jas hitam dan bunga di saku atas dengan rapi, rambutnya mengkilap disisir ke belakang dan membuatnya tampak begitu tampan, meski hari-hari biasanya pun sudah begitu. Rindu akhirnya setuju, setelah dulu ia mendebat Irhen yang memuji betapa memesonanya Chris. "Lihatlah ini!! Kalian sangat serasi. Astag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN