Hadiah

1922 Kata

Rindu terus saja gelisah, jam di pergelangan tangannya menjadi objek yang paling sering ia lihat saat Rindu sadar bahwa jam kerjanya usai dan Derren sudah menunggunya di depan kantor. Bahkan ketika Irhen dan Indah pulang lebih dulu ia masih saja diam di ruang loker memikirkan cara paling baik untuk pergi dari sana. "Ndu, kamu di panggil Pak Bowo." Nella tiba-tiba saja muncul dan memanggil gadis itu menyampaikan perintah yang ia dengar, meski sedikit aneh karena Pak Bowo harusnya tahu bahwa jam kerja Rindu sudah selesai namun gadis itu jelas senang sekarang karena tanpa ia minta jalan untuk menghindari Derren muncul juga di hadapannya. "Oke, makasih Nella." Rindu bahkan terlihat kegirangan lalu meninggalkan Nella yang menatapnya dengan aneh, memang siapa yang senang dipanggil oleh atasan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN