Rahasia

1431 Kata

Dikta menatap Rindu yang berdiri mematung di ambang pintu, pria berkacamata itu juga sama terkejutnya dengan Rindu namun Dikta berhasil mengendalikan dirinya ketika Chris juga muncul dan berdiri di belakang gadis dengan piyama itu. Pemandangan yang tidak pernah Dikta bayangkan sebelumnya bahkan melihat Chris bersama seorang wanita saja tidak pernah terlintas dalam benak Dikta. "Kau terlambat!" Chris mengingatkan Rindu bahwa ia harus bergegas. Sebelumnya Rindu terbangun dari tidurnya yang nyenyak, ia menggeliat di atas tempat tidur dan meregangkan seluruh sendinya sambil menguap tapi kemudian ia menyadari bahwa ia tidak mengganjal kepalanya dengan bantal melainkan sesuatu yang lebih keras yang ternyata adalah tangan seorang pria yang cukup besar, Rindu memperhatikannya beberapa saat memas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN