Sebuah Syarat

1263 Kata

"Sorry ya, Ndu." Rindu tersenyum tipis dan Irhen bisa mendengarnya, "ini bukan salah kamu jadi kenapa minta maaf?" Irhen menghubungi Rindu setelah gadis itu tidak masuk kerja hampir satu minggu dan Pak bowo sudah mengeluarkan ultimatum beserta sumpah serapahnya jika Rindu tidak bisa masuk kerja lusa maka ada risiko yang harus Rindu tanggung. Gadis itu mematikan telepon seraya menghela napas dengan bahunya yang ikut jatuh, ia menatap ayahnya yang tengah tertidur di atas ranjang rumah sakit yang sama, Rindu tidak mungkin meninggalkan pria itu sendirian di sini dia sudah tidak percaya lagi jika dijauhkan dari ayahnya. Rindu berada dalam situasi yang rumit sebab ia juga menyukai pekerjaannya dan terikat kontrak namun jika harus memilih ia akan tetap menjaga ayahnya di sini. "Siapa, Ndu?" A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN