"Hari libur ngapain?" "Libur? Enggak ada." Rindu tersenyum kikuk ketika pertanyaan basa basi dilontarkan Irhen sepagi ini. Rindu harus berbohong tapi ia percaya Irhen tidak akan marah jika tahu sekalipun. Gadis itu mendecih mendengar jawaban Rindu yang berdiri di sampingnya seraya berucap, "tahu gitu enggak usah ambil libur, Ndu." "Hahhhh ... tapi untuk kita yang jomblo ini, hari libur emang cuma bisa dipakai untuk rebahan atau pergi sama temen. Sayangnya kesibukan malah bikin aku enggak punya temen." Bahu Irhen merosot dengan bibirnya yang mengerut, gadis itu memberikan ekspresi lucu yang membuat Rindu menahan tawa karenanya. Tak lama berselang, Indah bergabung dengan mereka ketika Rindu tengah menerima telepon masuk. Gadis itu dengan senyum ramah dan ceria seperti biasa menyapa kedua

