Sky menatap Bunda yang sedang menyiapkan sarapan mereka. Kerutan kecil tampak di dahi gadis itu. Sky sedikit bingung melihat Bunda yang terlihat tidak bersemangat pagi ini. Sebenarnya bukan hanya pagi ini saja, tadi malam juga Bunda jadi sedikit pendiam. Saat ia menceritakan bagaimana sekolahnya, tanggapan Bunda tidak seantusias biasanya. Bunda hanya mengangguk beberapa kali sebagai respon. Senyum manis yang biasa menghiasi bibir Bunda juga jarang tampak sejak tadi malam. Apa Bunda ada masalah? Apakah Bunda bosan karena sudah terlalu lama di rumah? Mungkin saja kan Bunda merindukan suasana kantornya yang ramai. "Baby, eat your breakfast!" Teguran Daddy membuat Sky tersadar kalau sejak tadi ia hanya mengaduk-aduk sereal di dalam mangkuknya saja. Sky tersenyum lebar kemudian memasukkan sat

