Suara pintu yang dibuka tak membuat Julian terusik. Pemuda itu masih sibuk memperbaiki gitarnya. Posisinya yang membelakangi pintu membuat Julian tidak tahu siapa yang memasuki kamarnya. "Julian?" Hingga suara lembut itu terdengar memanggil namanya. Dengan cepat Julian berbalik. "Baby?" . . . . . . . . . . . . . . . Julian terpana, sosok cantik dan mungil yang dirindukannya berdiri di sana, di dekat tempat tidurnya. Julian berdiri tanpa merapikan gitarnya yang patah. Pelan melangkah ke arah gadisnya. Kakinya menjadi selemas jelly, membuat Julian merasa kamarnya lebih besar dan jarak antara dirinya dan Sky menjadi lebih jauh. Sialan! Julian merutuk kesal dalam hati. "Baby, is it really you?" tanya Julian dengan suara bergetar setelah dengan susah payah ia berhasil berad

