Julian memejamkan mata. Tak terasa sudah beberapa bulan ia menjadi pasien di rumah sakit ini. Dan selama beberapa bulan itu, ia sudah banyak mengalami kemajuan. Ia sekarang sudah mulai bisa mengontrol penyakitnya. Ia juga sudah berteman akrab dengan beberapa pasien yang memiliki penyakit sama sepertinya. Mereka sering bertukar pengalaman di kala senggang. Julian tersenyum dengan mata yang masih terpejam. Ia sangat bangga dengan hasil yang telah dicapainya. Bagaimana tidak, sebelum menjadi pasien dokter Matthew, Julian tidak pernah berpikir kalau ia akan bisa mengendalikan alzheimer, bukan dikendalikan seperti sebelumnya. Namun Julian masih belum puas, ia belum sembuh total dan masih harus melanjutkan pendidikannya yang tertunda agar bisa membuktikan pada Bunda Sera kalau ia pantas untuk

