"Do you realize what your mistake is?" Tak ada jawaban. Julian hanya mengangguk tanpa bersuara. Pun kepalanya tetap tertunduk, tak berani membalas tatapan tajam dari permata biru pria di depannya. Sandra yang baru tiba di kamar putra keduanya langsung duduk di sisi tempat tidur di samping sang putra. Was-was kalau Edward memukul Julian lagi. "Kamu tau, kamu udah bikin Mommy khawatir, Bang." Sandra mengusap bahu lebar Julian. "Mommy hubungin ponsel kamu nggak aktif. Mommy cemas kamu kenapa-kenapa." Jeda, Sandra menarik napas. Menatap suaminya yang berdiri dengan tangan bersedekap di depannya dan Julian sekilas. "Kekhawatiran Mommy bener kan? Penyakit kamu kambuh, untung kamu masih ingat pulang." Julian terharu, ia tak meragukan naluri seorang Ibu. Memeluk Sandra, air mata Julian menete

